Unit masukan & keluaran (I/O device)

Bab 13: Unit masukan & keluaran (I/O device)

  1. Pengertian I/O

I/O adalah suatu komponen dalam sistem komputer

    1. Bertanggung jawab atas pengontrolan sebuah perangkat luar atau lebih

    2. Bertanggung jawab pula dalam pertukaran data antara perangkat luar tersebut dengan memori utama ataupun dengan register – register CPU.

  1. Modul I/O

  • Merupakan peralatan antarmuka (interface) bagi sistem bus atau switch sentral dan mengontrol satu atau lebih perangkat peripheral.

  • Tidak hanya sekedar modul penghubung, tetapi sebuah piranti yang berisi logika dalam melakukan fungsi komunikasi antara peripheral dan bus computer

Ada dua fungsi utama modul I/O yaitu :

  • Sebagai piranti antarmuka ke CPU dan memori melalui bus sistem.

  • Sebagai piranti antarmuka dengan peralatan peripheral lainnya dengan menggunakan link data tertentu

  1. Komunikasi modul I/O dengan CPU dan peripheral

Piranti tidak tidak langsung dihubungkan dengan bus sistem komputer , Mengapa ?

  • Bervariasinya metode operasi piranti peripheral, sehingga tidak praktis apabila sistem komputer harus menangani berbagai macam sistem operasi piranti peripheral tersebut.

  • Kecepatan transfer data piranti peripheral umumnya lebih lambat dari pada laju transfer data pada CPU maupun memori.

  • Format data dan panjang data pada piranti peripheral seringkali berbeda dengan CPU, sehingga perlu modul untuk menselaraskannya .

Langkah-langkah pemindahan data dari peripheral ke CPU melalui sebuah modul I/O

  • Permintaan dan pemeriksaan status perangkat dari CPU ke modul I/O.

  • Modul I/O memberi jawaban atas permintaan CPU.

  • Apabila perangkat eksternal telah siap untuk transfer data, maka CPU akan mengirimkan perintah ke modul I/O.

  • Modul I/O akan menerima paket data dengan panjang tertentu dari peripheral.

  • Selanjutnya data dikirim ke CPU setelah diadakan sinkronisasi panjang data dan kecepatan transfer oleh modul I/O sehingga paket – paket data dapat diterima CPU dengan baik .

  1. Mode interupsi I/O

  • 1. Perintah control.

Perintah ini digunkan untuk mengaktivasi perangkat peripheral dan

memberitahukan tugas yang diperintahkan padanya.

  • 2. Perintah test.

Perintah ini digunakan CPU untuk menguji berbagai kondisi status modul

I/O dan peripheralnya. CPU perlu mengetahui perangkat peripheralnya

dalam keadaan aktif dan siap digunakan, juga untuk mengetahui operasi –

operasi I/O yang dijalankan serta mendeteksi kesalahannya.

  • 3. Perintah read.

Perintah pada modul I/O untuk mengambil suatu paket data kemudian

menaruh dalam buffer internal. Proses selanjutnya paket data dikirim

melalui bus data setelah terjadi sinkronisasi data maupun kecepatan

transfernya.

  • 4. Perintah write.

Perintah ini kebalikan dari read. CPU memerintahkan modul I/O untuk

mengambil data dari bus data untuk diberikan pada perangkat peripheral

tujuan data tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s